The Role of The Pancakarya Village Government in Structuring Land Ownership to Prevent Agrarian Conflicts

  • Muhammad Gary Gagarin Akbar
    Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
  • Rafialdi Abdillah
    Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
  • Mochammad Adi Alamsyach Fadillah
    Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
  • Muhammad Bintang
    Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
  • Safitri Sanaky
    Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
  • Rizka Amelia Nurazizah
    Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
  • Fani Aditia
    Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
Issue Vol. 1 No. 5 (2024): JHK-August
Release 2024-08-28
Section Articles
Pages 33-40
Abstract

This study examines the role of the Pancakarya Village government in structuring land ownership to prevent agrarian conflicts. Using normative juridical methods, this study analyzes the process of transferring land ownership according to the Basic Agrarian Law (UUPA) and the role of village governments in protecting communities from inequality in land ownership. The results of the study show that the Pancakarya village government has succeeded in accommodating 90% of the community in the land certificate whitening program. However, there are still obstacles such as land boundary conflicts and lack of public understanding of the importance of certificates. The village government plays a role as a mediator in resolving disputes and conducting socialization related to the land certification program. This study recommends several improvement steps, including optimizing the use of land ownership master books, integrating data with digital land information systems, and increasing cooperation with the National Land Agency (BPN). These steps are expected to increase legal certainty and reduce the potential for agrarian conflicts in Pancakarya Village.

Keywords
Agrarian Conflict Agrarian Reform Land Certification Land Tenure Arrangement
How to Cite (APA)
Akbar, M. G. G., Abdillah, R., Fadillah, M. A. A., Bintang, M., Sanaky, S., Nurazizah, R. A., & Aditia, F. (2024). The Role of The Pancakarya Village Government in Structuring Land Ownership to Prevent Agrarian Conflicts. Jurnal Hukum Dan Keadilan, 1(5), 33–40. https://doi.org/10.61942/jhk.v1i5.200
Licensing & Copyright
References
  1. BOOK
  2. Dorren Warriner, Landreform in Principle and Practice, Colorado Press, Oxford, 1969. him. xili, lihat Arie Sukanti Hutagalung, ibid hal. 202
  3. H. Ali Ahmad Chomza, SH, Hukum Agraria (Pertanahan Indonesia) Jilid 1, Jakarta;Prestasi pustaka Publisher, 2003.hal 45.
  4. Russel King, Landreform: A World Survey, West New Opress, Boulder, Colorado, 1977, him. 5, lihat Sukanti Hutagalung, Program Redistribusi Tanah di Indonesia, Suatu Sarana ke Arah Pemecahan Masalah Penguasaan Tanah dan Pemilikan Tanah, CV Rajawall,1985, him. 10.
  5. E-BOOK
  6. Dr. Muhammad Ilham Arisputra, SH., M.kn, Reforma Agraria di Indonesia, Jakarta timur: Sinar Grafika, 2015, hal 227, E-BOOK
  7. Hari Chand, Modern Jurisprudence, Kuala Lumpur, International Law Book Review, 1994, hlm. 278, E-BOOK
  8. Iskandar Syah SE., M.PA, Direktorat jendral Pengendalian dan penertiban Tanah dan Tata Ruang Kemenetrian Agraria dan Tata ruang/ badan Pertanahan Nasional, Laporan Kinerja Direktorat Penertiban dan penguasaan, pemilikan dan penggunaan tanah. Hal 6, E-Book
  9. LEGISLATION
  10. Undang – Undang pokok Agraria No. 5 Tahun 1960
  11. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa
  12. Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah
  13. Peraturan pemerintahan No.10 Tahun 1961 Tentang Pendaftaran tanah serta Hak dan Kewajiban
  14. Peraturan Menteri Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional
  15. JOURNAL
  16. Nurhayati Siti, Medalini Onny Sari Kartika Ayumi, Penataan Aset Dan Akses Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pendaftaran Lahan Sistemi Klengkap https://jurnal.darmaagung.ac.id/index.php/jurnalrectum/article/download/1882/1704/ 3 Juni 2024.
  17. Farhan asyhadi, profil desa pancakarya berkelanjutan Universitas Buana perjuangan Karawang, JournalUBP, https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/ProsidingKNPP/article/download/1679/1298, Hal 5, diakses tanggal 04 Juni 2024.
  18. Wulandari Harviani,resti ananda farah, Peran Gugus Tugas Reforma Agraria Mewujudkan Kampung Reforma Agraria, :/Users/E510/Downloads/178-Article%20Text-1045-1-10-20220411%20(1).pdf Diakses tanggal 5 Juni 2024
  19. Surya wahyu wardhani. SH, Laporan Aksi Perubahan, penguatan Penataan Akses reforma Agraria Melalui sinergi data dengan sistem informasi akses reform (sinar) di kota TanjungPinang. PPSDM ATR- BPN https://ppsdm.atrbpn.go.id/pluginfile.php/292063/mod_data/content/218120/Surya%20Wahyu%20Wardani_LAP.pdf. Hal 3. Diakses tanggal 4 Juni 2024
  20. Tri haryono, https://spi.or.id/reforma-agraria-dari-desa/, Serikat Petani Indonesia Reforma Agraria Dari Desa, Hal Diakses tanggal 11 Juni 2024

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.