Legal Consequences for Wrong Land Plot Objects in the PTSL Program (Case Study in Lemahkarya Village)

  • Lia Amaliya
    Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
  • Amaey Amaey
    Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
  • Desi Ayu Oktapianti
    Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
  • M. Ardi Wiranata
    Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
  • Piki Hendiko Siregar
    Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
  • Trisna Ramadani
    Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
  • Yudha Yolandha Jaya
    Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia
Issue Vol. 1 No. 5 (2024): JHK-August
Release 2024-08-28
Section Articles
Pages 26-32
Abstract

This research examines errors in land parcels in certificates that have been issued in the Complete Systematic Lan Registration Program (PTSL), errors in land parcels in certificates that have been issued result in legal defects or administrative defects. By using research question: Legal consequences of Wrong Land Plot Objects in the PTSL Program. The research method used is empirical. The results of the research show that “Article 62 paragraph (1) of the Regulation of the Head of the National Land Agency Number 3 of 2011 explains that certificates of land right which contain administrative legal defect can be canceled or changed by the government in recording the maintenance of land registration data according to statutory regulations.” The BPN and TUN systems allow for the cancellation of certificates, which may then be reissued or re-registered

Keywords
Land registration PTLS Land Parcel Object
How to Cite (APA)
Amaliya, L., Amaey , A., Oktapianti, D. A., Wiranata, M. A., Siregar, P. H., Ramadani, T., & Jaya, Y. Y. (2024). Legal Consequences for Wrong Land Plot Objects in the PTSL Program (Case Study in Lemahkarya Village). Jurnal Hukum Dan Keadilan, 1(5), 26–32. https://doi.org/10.61942/jhk.v1i5.198
Licensing & Copyright
References
  1. BOOK
  2. Amarohman, F. J & Wijaksono, O. O. F. (2021). Buku Ajar Hukum Agraria. Semarang: UNDIP Press.
  3. Palenewen, James. Y. (2022). Hukum Agraria Dan Pendaftaran Tanah Di Indonesia. Bandung: Widina Media Utama
  4. LEGISLATION
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah
  6. Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2018 tentang Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Di Seluruh Wilayah Republik Indonesia.
  7. Peraturan Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 9 Tahun 1999 Tentang Tata Cara Pemberian Dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara Dan Hak Pengelolaan.
  8. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang No. 12 Tahun 2017 tentang Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.
  9. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 2011
  10. JOURNAL
  11. Diva Sukmawati, P. (2022). Hukum Agraria Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Sui Genetris, 2(2).
  12. Manthovani, R., Istiqomah (2017). Pendaftaran Tanah Di Indonesia. (Vol. 2, Issue 2).
  13. Ni Made Silvia Gayatri, I. P. (2021). Pembatalan Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Akibat cacat Administrasi. Jurnal Analog Hukum, 79-83.
  14. Rachmawati, S. A. (2021). Revolusi Sistem Pencatatan Tanah Melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Studi Lapangan Di Desa Bantul. Pranata Hukum, (Vol. 3, Issue 1).
  15. Rokhmansyah, M. F., & Octarina, N. F. (2022). Peran Pejabat Pembuat Akta Tanah Dalam Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap. Jurnal Justisia, 7(2).
  16. Solichin, Nurul. (2024). Optimalisasi Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria Kabupaten Karawang. Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang.
  17. Sukmawati, P. D. (2022). Hukum Agraria Dalam Penyelesaian Sengketa Di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 92.
  18. Syahyuti, P. (2004). Kendala Pelaksanaan Landreform Di Indonesia: Analisa Terhadap Kondisi Dan Perkembangan Berbagai Faktor Prasyarat Kendala Pelaksanaan Reform Agraria. Forum Penelitian Argo Ekonomi, 22(2), 89-101.

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)