Lease Agreement of "Surat Ijo" Land in Surabaya in Relation to Law Number 5 of 1960 on the Basic Agrarian Law

  • Moh. Saleh
    Magister Kenotarian (Mkn), Universitas Narotama Surabaya
  • Alfian Ramadhan Firmansyah
    Magister Kenotarian (Mkn), Universitas Narotama Surabaya
Issue Vol. 2 No. 2 (2025): JHK-February
Release 2025-02-27
Section Articles
Pages 35-45
Abstract

This journal examines the legal implications of lease agreements involving "Surat Ijo" land in Surabaya in the context of Law Number 5 of 1960 on the Basic Agrarian Law (UUPA). "Surat Ijo" is a type of land document in Indonesia that holds significant legal standing for land ownership and usage rights. The study aims to explore how lease agreements concerning "Surat Ijo" land align with the UUPA's regulations, specifically addressing the issue of land rights, legal certainty, and the protection of both lessors and lessees. Through a normative juridical approach, the research highlights key legal provisions in the UUPA that govern land use, transfer, and lease, and discusses their relevance to "Surat Ijo" land transactions in Surabaya. The analysis reveals the complexities surrounding the lease of such land, particularly concerning its long-term leaseability, legal risks, and the need for clearer regulations to ensure the protection of parties involved. The journal concludes with recommendations for improving legal clarity and the enforcement of land rights to strengthen the legal framework surrounding "Surat Ijo" land leases in Indonesia.

Keywords
Lease Agreement "Surat Ijo" Land Law Number 5 of 1960 Basic Agrarian Law Land Rights Legal Certainty
How to Cite (APA)
Saleh, M., & Firmansyah, A. R. (2025). Lease Agreement of "Surat Ijo" Land in Surabaya in Relation to Law Number 5 of 1960 on the Basic Agrarian Law. Jurnal Hukum Dan Keadilan, 2(2), 35–45. https://doi.org/10.61942/jhk.v2i2.276
Licensing & Copyright
References
  1. Bachrudin, 2023, Relasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Hukum Indonesia dalam Penyusunan Perjanjian dan Pembuata Akta Notaris, Cetakan ke-1, Kencana, Jakarta.
  2. Sabillah, T., & Jatmiko, M. (2024). The Redefinition of Nullity for Legal Purposes and the Possibility of Annulment Due to the Failure to Fulfill the Validity Requirements of an Agreement (Case Study of Decision No. 31/Pdt/2-2-/PT MDN). JHK: Jurnal Hukum dan Keadilan, 2(1), 24-33.
  3. Himawan Estu Bagijo, 2013, Negara Hukum dan Mahkamah Konstitusi, Cetakan ke-2, LaksBang Grafika, Yogyakarta.
  4. Hilman Hadikusuma, 2013, Bahasa Hukum Indonesia, Cetakan ke-5. PT. Alumni, Bandung.
  5. Kamus Besar Bahasa Indonesia,, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Balai Pustaka, Jakarta, Edisi Kedua, 1994
  6. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka
  7. Purwahid Patrik, 1998, Hukum Perdata II Perikatan yang Lahir dari Undang-Undang, Semarang: Tiga Pustaka
  8. Rachmat Trijono, 2016, Kamus hukum, Jakarta: Pustaka Kemang Rachmadi Usman, 2011, Hukum Kebendaan, Ed. 1.Cet. 1, Jakarta : Sinar Grafika
  9. Rosida Tiurma Manurung, 2016, Bahasa Indonesia Akademik. Bandung: Danamartha Sejahtera Umum Universitas Kristen Maranatha
  10. Riduan Syahrani, 2010, Seluk Beluk dan Asas-Asas Hukum Perdata, Bandung: PT.Alumni
  11. --------------------- 1999, Rangkuman Intisari Ilmu Hukum, Bandung :Citra Aditya Bakti R. Subekti, 1987, Hukum Perjanjian, Jakarta: Citra Aditya Bhakti
  12. R. Setiawan, 1999, Pokok-Pokok Hukum Perikatan, Cetakan Pertama Bandung: Putra A. Bardin.
  13. ---------------- 1986, Pokok-pokok Hukum Perikatan,Bandung: Binacipta R. Soeroso, 2011, Perjanjian Di Bawah Tangan Pedoman Praktis Pembuatan dan Aplikasi Hukum, Jakarta: Sinar Grafika
  14. Syahmin, 2011. Hukum Kontrak Internasional, Jakarta: Rajawali Pers
  15. Habib Adjie, Hukum Notaris Indonesia, Tafsir Tematik Terhadap UU No. 30
  16. Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, Refika Aditama, Bandung, 2008
  17. __________, Sanksi Perdata dan Administratif Terhadap Notaris sebagai Pejabat
  18. Publik, Refika Aditama, Bandung, 2009
  19. __________, Kebatalan dan Pembatalan Akta Notaris, Refika Aditama, Bandung,
  20. __________, Menjalin Pemikiran-Pendapat tentang Kenotariatan, Citra Aditya
  21. Bakti, Bandung, 2013
  22. __________, Penafsiran Tematik Hukum Notaris Indonesia, Refika Aditama,
  23. Jakarta, 2015
  24. Hernoko, Agus Yudha, Hukum Perjanjian (Asas Proporsionalitas Dalam Kontrak Komersial), Kencana Prenadamedia Group, Jakarta, 2014
  25. Frans Satriyo Wicaksono, Panduan Lengkap Membuat Surat-Surat Kontrak, Visimedia, Jakarta, 2008
  26. Subekti, 1992. Pokok-Pokok Hukum Perdata, Cet. 24, Jakarta: PT. Intermesa Subekti dan Tjitrosudibio, 2001, Kitab Undang – Undang Hukum Perdata, Jakarta : Pradnya Paramita
  27. Soerjono Soekanto, 2007, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta:Penerbit Universitas Indonesia
  28. Soerjono Soekanto & Sri Mamudji, 2001. Penelitian Hukum Normatif (Suatu Tinjauan Singkat), Jakarta: Rajawali Pers
  29. Soegondo Notodisoerjo, Hukum Notariat di Indonesia, Raja Grafindo Persada,
  30. Jakarta, 1993
  31. Soemitro, Ronny Hanitijo, Metodelogi Penelitian Hukum dan Jurimetri, Ghalia
  32. Indonesia, Jakarta, 1990
  33. Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Cet. III, Universitas Indonesia,
  34. Jakarta, 1986
  35. Subekti, Pokok-pokok Hukum Perdata, Intermasa, Jakarta, 1980
  36. ______, Aspek-Aspek Hukum Perikatan Nasional, Alumni, Bandung, 1986
  37. ______, Hukum Perjanjian, Intermasa, Jakarta, 2004
  38. Sudikno Mertokusumo, Hukum Acara Perdata Indonesia, Edisi Keempat, Liberty,
  39. Yogyakarta, 1993
  40. Tedjosaputro, Liliana, Mal Praktek Notaris Dalam Hukum Pidana, Agung,
  41. Semarang, 1991
  42. Andarwulan, T., & Aswadi, A. (2019). Menilik Sikap Bahasa Mahasiswa Universitas Brawijaya: Upaya Peneguhan Bahasa Indonesia Menuju Internasionalisasi Bahasa. WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai Dan Pembangunan Karakter, 2(2), 61–70.
  43. Anisah, S., & Wicaksono, L. S. (2017). Hukum investasi, Yogyakarta. FH UII Press. Budiono, H. (2016). Kumpulan Tulisan Hukum Perdata di Bidang Kenotariatan Buku Kesatu. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
  44. Dahlan, M. (2018). Rekognisi hak masyarakat hukum adat dalam Konstitusi. Undang: Jurnal Hukum, 1(2), 187–217.
  45. Firmansyah, D. (2019). Pengaruh Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di Era Globalisasi. Francoise, J., & Hum, S. (2017). Political Process of Indonesian Language (Bahasa Indonesia) to be one of United Nations Official Languages. Prosiding. Seminar Nasional Bahasa Ibu X. Denpasar: Udayana University Press
  46. Habib Adjie, 2023, Akta Notaris Wajib Dibuat Dalam Bahasa Indonesia, Jurnal. http://repository.narotama.ac.id/1405/41/Jurnal%20Nasional%2022.pdf. Di unduh 23 November 2024
  47. Mahadi dan Sabaruddin Ahmad. 1979. Pembinaan Bahasa Hukum Indonesia. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Jakarta: Binacipta. H. 36
  48. Herlien Budiono. 2013. Kumpulan Tulisan Hukum Perdata di Bidang Kenotariatan. Buku Kedua. Bandung: Citra Aditnya Bakti. H. 265
  49. Gorys Keraf. 1980. Tatabahasa Indonesia. Cetakan VIII. Nusa Indah. Flores: Percetakan Arnoldus. Anda. H. 16
  50. Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif Tinjauan Singkat, (Jakarta : Rajawali Pers, 2006), hlm 23
  51. M.Marwan & Jimmy P. 2009. Kamus Hukum (Dictionary of Law Complete Edition) Jakarta : Gama Press. H. 514
  52. Jimly Asshidiqie dan Ali Safa’at, Teori Hans Kelsen tentang Hukum, ( Jakarta: Sekjen dan Kepaniteraan MK-RI, 2006), hlm. 13.
  53. Bachtiar Effendie, Kumpulan Tulisan Tentang Hukum Tanah, Cet. 3, (Bandung : Alumni, 1993), halaman 78.
  54. Mahadi dan Sabaruddin Ahmad. 1979. Pembinaan Bahasa Hukum Indonesia. Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Kehakiman, Jakarta : Binacipta.
  55. Mahadi dan Sabaruddin Ahmad. 1979. Pembinaan Bahasa Hukum Indonesia. Badan Pembinaan Hukum Nasional Departenmen Kehakiman, Jakarta : Binacipta
  56. Natabaya, H.A.S. 2000. Dalam Hasan Alwi, Dendy Sugono, Abdul Rozak Zaidan (Ed). Bahasa Indonesia dalam Era Globalisasi : Pemantapan Peran Bahasa sebagai Sarana Pembangunan Bangsa. Jakarta : Depdiknas
  57. Peraturan Menteri
  58. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.
  59. Peraturan Pemerintah
  60. Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah
  61. Peraturan Daerah
  62. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya Nomor 1 Tahun 1997 tentang Izin Pemakaian Tanah.
  63. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 16 Tahun 2014 tentang Pelepasan Tanah Aset Pemerintah Kota Surabaya
  64. Legal Documents
  65. Undang-Undang nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok – Pokok Agraria.