Strengthening Tourism Destination Resilience Through Health, Safety, and Security: A Case Study of Batu Karas Beach, Pangandaran

Authors

  • Ahmad Prawira Dhahiyat Prodi Pariwisata Bahari, Sekolah Vokasi, Universitas Padjadjaran
  • Hadi Mulyana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwsata YAPARI
  • Akib Hehanussa Politeknik Elbajo Commodus
  • Annisa Lazuardina, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwsata YAPARI
  • Taqiy Gusdi Pusat Studi Pariwisata Keberlanjutan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.61942/msj.v4i1.534

Keywords:

Batu Karas, Marine Tourism, Pangandaran, Risk Assessment, Safety Load Ration

Abstract

Batu Karas Beach is a prominent marine tourism destination in Pangandaran, Indonesia, renowned for its surf-grade wave characteristics. However, these physical attributes harbor significant environmental risks, necessitating a robust safety management framework. This study employs a descriptive qualitative approach to evaluate the implementation of Occupational Safety, Health, and Security  as a fundamental instrument of destination resilience. The conceptual framework integrates spatial-temporal visitor dynamics with hazard identification, specifically targeting dominant risk factors such as rip currents and breaking waves. The research further assesses the functional effectiveness of the Life Guard (Balawista) in incident mitigation and emergency response. Analysis reveals a critical discrepancy between field officer ratios and visitor fluctuations during peak seasons. While a supervisory structure exists, this operational imbalance increases maritime vulnerability and potential accident rates. The current safety infrastructure remains largely traditional, lacking integration with modern preventive systems. Research findings recommend integrating digital technologies such as QR-Code-based information systems and modernizing safety equipment to strengthen Health Safety and Security standards. Enhancing personnel capacity through international certification and preventive education for tourists are crucial prerequisites for establishing Batu Karas Beach as a safe, globally competitive, and sustainable destination.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alisjahbana, A. Salsiah., & Murniningtyas, Endah. (2018). Tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia : konsep, target, dan strategi implementasi (Megananda, Ed.; 2nd ed.). Unpad Press.

Anggraeni, S. R., Nursiswati, N., & Sari, D. S. (2024) Diseminasi Hasil Kajian Ilmiah Khasiat Terapi Pasir Bagi Pengelola Pantai Kejawanan. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) 7 (6), 2525-2534.

Cisternas, P. C., Cifuentes, L. A., Bronfman, N. C., Repetto, P. B., & Castañeda, J. V. (2024). Earthquake and tsunami preparedness between residents and tourists in coastal communities. Progress in Disaster Science, 23. https://doi.org/10.1016/j.pdisas.2024.100343

Cochrane, Janet (2010) The Sphere of Tourism Resilience. Tourism Recreation Research 35 (2), 173-185.

Dikara, R., Taofiqurohman, A., & Iskandar, I. (2022). Penilaian Kuantitatif Risiko Wisata di Kawasan Wisata Pantai Pangandaran. Buletin Oseanografi Marina, 11(1), 77–85. https://doi.org/10.14710/buloma.v11i1.34095

Dogru, T., Marchio, E. A., Bulut, U., & Suess, C. (2019) Climate change: Vulnerability and resilience of tourism and the entire economy. Tourism Management 72, 292-305.

Faiz, I., & Purwanti, P. (2022) Penilaian Risiko Bencana di Kawasan Wisata Pesisir melalui Pendekatan Scoring. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan 12 (1), 15-25.

Handayani, M., Maulani, S. F., Tsani, R. R., & Hartanto, M. (2021) Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Bahari dan Sumber Daya Wisata Pantai Kejawanan Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk di Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat. Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime 2 (2), 94-117.

Hoerudin, C. W., Alia, S., & Sukmanita, M. (2018) Faktor Penghambat Dan Pendukung Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kota Cirebon. Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara 10 (1), 25-31.

Kartika, T., Edison, E., & Maryani, E. (2024). Tourism village development for sustainable tourism in West Java-Indonesia (hexa helix tourism collaboration perspective). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1366(1), 012008. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1366/1/012008

Kurnianto, Anang, dkk. (2017) Kajian Karakteristik Gelombang di Pantai Kejawanan, Cirebon. Jurnal Oseanografi 6 (1), 171-180.

Lestari, F., & Indrayati, I. (2022). Pengembangan Kelembagaan dan Pembiayaan Geopark di Indonesia: Tantangan dan Strategi. Journal of Regional and Rural Development Planning, 6(2), 102–122. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2022.6.2.102-122

Libuon, A., Manoppo, L., Pamikiran, R. D. C., Kaparang, F. E., Modaso, V. O., & Luasunaung, A. (2022) Keselamatan dan kesehatan kerja di pelabuhan perikanan pantai Tumumpa, Manado Sulawesi Utara. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap 7 (2), 105-109.

Luthe, T., & Wyss, R. (2014) Assessing and planning resilience in tourism. Tourism Management 44 (1), 161-163.

Maharani, M. (2022) Pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja bagi industri pariwisata. Warta Pariwisata 20 (1), 22-24.

Marpaung, G., & Rahayu, H. P. (2025). The Resilience of a Coastal Tourist Destination: An Analysis of Pangandaran’s Tsunami Risk. Journal of Tourism Sustainability, 5(4), 166–178. https://doi.org/10.35313/jtospolban.v5i4.164

Nandang, Jamaludin, A., Firmansyah, Y., Wanta, & Sihabudin. (2022). Pelatihan Pelayanan Prima Pada Pelaku Ekowisata Kampung Kopi. Jurnal Buana Pengabdian, 4(2).

Nurhalimah, N., Kanom, K., & Wardhana, P. B. W. (2019) Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di destinasi wisata Pantai Bangsring, Wongsorejo, Banyuwangi. Media Bina Ilmiah 14 (3), 2243-2530.

Oktaviani, Y., Rasiman, R., Reffiane, F., & Suprihatini, G. (2023) Analisis Proses Pembiasaan Literasi Terhadap Minat Baca Peserta Didik SDN Gajahmungkur 04. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK) 5 (2), 2287-2290.

Oktaviarni, F. (2018). Perlindungan Hukum Terhadap Wisatawan Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Wajah Hukum, 2(2), 138. https://doi.org/10.33087/wjh.v2i2.34

Pemerintah Republik Indonesia. (1970) Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2009) Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2012) Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta.

Rachman, T., dkk. (2023) Socialization of Coastal and Marine Geohazard of Makassar City Coastal Tourism Area. JURNAL TEPAT: Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat 6 (2), 470-478.

Rangel-Buitrago, N., dkk. (2020) Coastal erosion as a risk: Scoring and management in the 21st century. Ocean & Coastal Management 182 (1), 104-118.

Saepul MIllah, R., & Fadlina, S. (2023). Analisis Daya Dukung (Carrying Capacity) dalam Mendukung Pengembangan Destinasi Pariwisata Pantai Batukaras Kabupaten Pangandaran. Tourism Scientific Journal, 8(2), 191–213. https://doi.org/10.32659/tsj.v8i2.268

Sari, W. P., & Soegiarto, A. (2022) Kegiatan Komunikasi Dalam Rangka Meningkatkan Kesadaran Dan Mengimplementasikan Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3) Guna Mewujudkan Industri Pariwisata Yang Aman. Prosiding Semnaskom-Unram 4 (1), 289-295.

Sutono, A., & Par, M. M. (2020) Pariwisata Dan Ketahanan Nasional: Percepatan Pembangunan Pendidikan Vokasi Bidang Pariwisata Berbasis Penta Helix Guna Peningkatan Daya Saing Bangsa dalam Rangka Ketahanan Nasional, Bandung: UPT Penerbitan dan Percetakan-Universitas Pendidikan Indonesia.

Sutono, A., dkk. (2023) The Assessment Of Marine Tourism Destination In North Seribu Islands, Dki Jakarta With Recreation Opportunity Spectrum Approach. Proceedings of the 7th Global Conference on Business.

Downloads

Published

27-02-2026

How to Cite

Dhahiyat, A. P., Mulyana, H., Hehanussa, A., Lazuardina, A., & Gusdi, T. (2026). Strengthening Tourism Destination Resilience Through Health, Safety, and Security: A Case Study of Batu Karas Beach, Pangandaran. MSJ : Majority Science Journal, 4(1), 132–141. https://doi.org/10.61942/msj.v4i1.534